Tag: zakat

  • Bukti Cinta Almamater: IKAPMAWI Salurkan Bingkisan Lebaran untuk Guru dan Pensiunan MWI

    Bukti Cinta Almamater: IKAPMAWI Salurkan Bingkisan Lebaran untuk Guru dan Pensiunan MWI

    KEBARONGAN, 18 Maret 2026 – Suasana penuh ta’zhim menyelimuti Masjid Jami’ Teleng, kompleks Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan pada Rabu siang (18/3). Ikatan Keluarga Alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) melaksanakan penyaluran “Bingkisan Hari Raya” Tahap II yang ditujukan khusus bagi para asatidz, serta para pensiunan PPMWI Kebarongan.

    Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum IKAPMAWI Pusat, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA., beserta jajaran pengurus harian. Kehadiran rombongan pengurus pusat disambut antusias oleh ratusan tenaga pendidik dari berbagai unit, mulai dari RA, MI, MTs, MA, hingga perwakilan dari unit Masjid dan Pondok Pesantren.

    Dalam sambutannya, Prof. Inayah mengungkapkan bahwa agenda ini direncanakan secara “super kilat” sebagai bentuk ujian loyalitas. “Kegiatan ini sebenarnya direncanakan super kilat. Kita sebenarnya ingin mengetes seberapa dalam sih cintanya alumni kepada almamater. Dan alhamdulillah, ternyata sudah terbukti cinta alumni pada almamater itu tidak perlu dipertanyakan lagi,” ungkap beliau. 

    Beliau menjelaskan adanya fenomena unik di kalangan lulusan Kebarongan yang disebut dengan istilah “Mambu MWI”. “Ciri alumni kita itu selalu ‘Mambu MWI’. Kalau sudah disebut MWI atau almamater, hatinya katanya langsung bergetar, istilahnya seperti Wajilat qulubuhum,” sembari disambut senyum haru para hadirin.

    Saat sesi wawancara, Prof. Inayah menegaskan bahwa kepedulian alumni kini telah bergeser dari sekadar wacana menjadi aksi nyata. “Ini adalah sebuah simbol bahwa alumni mempunyai perhatian yang tidak akan pernah hilang dan mempunyai kepedulian yang terus berlanjut. Kepedulian itu tidak hanya di ranah abstrak seperti hanya berdoa atau berharap, tetapi turun langsung ke lapangan,” tegasnya.

    Penyaluran tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah menyentuh 180 santri yatim dan dhuafa. Kali ini, fokus dialihkan kepada para pejuang di jalan Allah, yakni para guru dan pensiunan. “Bapak-ibu guru ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Kami ingin memastikan kehadiran alumni bisa menambah kebahagiaan bapak-ibu menjelang lebaran nanti,” tambahnya.

    Di hadapan para guru, Prof. Inayah juga membawa kabar penting mengenai penataan manajerial IKAPMAWI. Saat ini, organisasi sedang mengurus legalitas resmi di Kementerian Hukum dan HAM sebagai bentuk “Perkumpulan” yang diakui negara.

    “Selama ini IKAPMAWI belum punya legalitas. Sekarang kita sedang proses di Kemenkumham agar diakui negara. Kita juga akan membuat rekening atas nama organisasi sehingga semuanya transparan. Melalui website cms.ikapmawi.com, semua uang yang masuk dan keluarnya ke mana bisa dimonitor langsung, tidak masuk ke rekening personal,” jelas beliau guna memastikan akuntabilitas amanah para alumni.

    IKAPMAWI telah memetakan tiga area khidmat: kepada Almamater, sesama alumni, dan umat. Beliau menyebutkan rencana bantuan fisik yang mendesak, seperti rehabilitasi ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. “Ada rencana untuk merehab beberapa gedung, sesuai masukan guru-guru ada ruang kelas yang mau ambruk, itu akan kita tindak lanjuti pelan-pelan,” ujarnya.

    Selain fisik, kualitas akademik juga menjadi perhatian utama. Prof. Inayah menginginkan agar lulusan MWI memiliki kompetensi yang unggul. “Jangan ada lagi kisah sedih lulusan MWI tapi baca tulis Al-Qur’annya tidak lulus. Kita ingin kualitasnya oke, daftar kuliah di universitas ternama bisa bersaing. Kami punya banyak profesor dan doktor di alumni yang siap mendampingi bapak-ibu guru untuk mengoptimalkan potensi yang ada.”

    Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesehatan para guru. “Bapak-ibu guru harus sehat, karena kalau jenengan tidak sehat, nanti murid-muridnya bagaimana?” pungkas beliau dengan penuh perhatian. Penyerahan simbolis bingkisan kepada para guru senior pun menjadi penutup manis yang mengabadikan momen kebersamaan di bawah langit MWI.

    Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat.

    Redaksi-ikapmawi

    Lokasi: Masjid Jami’ Teleng, MWI Kebarongan

  • ikapmawi salurkan zakat dari alumni untuk Santri Yatim Piatu dan Dhuafa MWI Kebarongan

    ikapmawi salurkan zakat dari alumni untuk Santri Yatim Piatu dan Dhuafa MWI Kebarongan

    KEBARONGAN, 12 Maret 2026 – IKAPMAWI menyalurkan zakat kepada santri yatim, piatu, dan dhuafa di MWI Kebarongan pada Kamis (12/3) di tengah suasana Ramadhan yang khidmat.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini melibatkan 180 santri dari jenjang RA hingga MA. Penyaluran zakat ini merupakan wujud dukungan alumni terhadap keberlangsungan pendidikan adik-adik kelas di almamater tercinta.

    Hadir secara langsung mewakili pengurus dan donatur IKAPMAWI antara lain Amin Mustholih, Alifah, Shodikin, beserta rekan-rekan alumni lainnya.

    Dalam prosesi tersebut, para santri menerima langsung titipan zakat dalam wujud amplop berlogo IKAPMAWI. Amplop tersebut bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol ikatan persaudaraan dan cinta yang tak pernah putus dari para alumni (“kakak”) kepada para santrinya (“adik”).

    Suasana seketika mencair dan penuh inspirasi saat Shodikin, perwakilan alumni, berbagi kisah nostalgia sekaligus membakar semangat belajar adik-adik santrinya.

    “Saya ini kakak kelas kalian dulu. Dulu kelas saya yang sebelah ini, saya ingat betul,” kenangnya dengan senyum hangat, mencoba mencairkan suasana. Kepada para santri, ia menitipkan pesan yang mendalam, “Kalian sebagai santri dan santriwati harus tetap semangat menimba ilmu di sini, teruslah belajar untuk meraih cita-cita.”

    Kegiatan ini disambut oleh pihak pondok dan sekolah. Para Kepala Madrasah beserta perwakilan guru yang hadir secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran pengurus dan seluruh alumni IKAPMAWI yang telah menyisihkan rezekinya.

    Rangkaian acara tasaruf zakat yang berlangsung khidmat dan lancar ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Terlihat senyum mengembang dari wajah para kakak dan adik, mengabadikan momen kebersamaan di bawah langit MWI yang selalu menyimpan kenangan manis bagi siapa saja yang pernah menjadi bagian di dalamnya.

    Pada tahap pertama, tim Bendahara IKAPMAWI telah menuntaskan pendistribusian amanah para alumni kepada 180 Santri MWI (Yatim dan Dhu’afa). Penyaluran ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan para santri dalam menyambut hari kemenangan dengan penuh kegembiraan.

    Menindaklanjuti progres tersebut, pengurus pusat IKAPMAWI telah menjadwalkan penyaluran Tahap II yang akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2026.

    Berbeda dengan tahap sebelumnya, sasaran distribusi pada tahap kedua ini akan difokuskan sebagai bentuk takzim dan apresiasi kepada:

    1. Ustadz/Ustadzah Aktif MWI Kebarongan.
    2. Para Pensiunan PPMWI Kebarongan.

    “Penyaluran tahap kedua ini adalah wujud syukur dan tanda cinta alumni atas dedikasi tanpa lelah para guru kita dalam mendidik. Tanpa mereka, kita tidak akan berada di posisi hari ini,” ungkap salahsatu pengurus IKAPMAWI.

    Pintu Donasi Masih Terbuka

    Mengingat masih ada waktu sebelum pelaksanaan Tahap II, IKAPMAWI tetap membuka kesempatan bagi rekan-rekan alumni yang ingin menyusul dalam program kebaikan ini. Dana yang terkumpul akan terus dialokasikan untuk memperluas jangkauan manfaat bagi keluarga besar MWI.

    Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfa’at.