KEBARONGAN, 15 OKTOBER 2026 – Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendampingi dan membesarkan almamater
Melalui Bidang Penguatan & Pemberdayaan, IKAPMAWI sukses menggelar agenda literasi dan pengembangan santri berjudul IKAPMAWI Creative Talk 2026 di Lantai 2 MAWI Kebarongan, Banyumas.
Acara ini diikuti oleh sekitar 100 santri dengan mengangkat tema “From Ideas to Books: Merajut Inspirasi, Menghidupkan Literasi!”
Kegiatan ini terwujud atas kolaborasi Divisi PPSDA (Peningkatan dan Pengembangan Sumber Daya Alumni) IKAPMAWI bersama Klub Literasi MAWI Kebarongan, serta mendapat dukungan penuh dari PT Etos Kreatif Indonesia dan Gramedia Gelora Indah Purwokerto.
Acara dibuka dengan sambutan dari pihak madrasah, dilanjutkan oleh Muhammad Rodlin, S.Ag., M.M. selaku Koordinator Bidang Penguatan & Pemberdayaan IKAPMAWI yang hadir memberikan pengantar resmi mewakili Ketua Umum, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A.
IKAPMAWI secara resmi meluncurkan program kerja baru dari Divisi PPSDA. Peluncuran ini menjadi pondasi penting bahwa pendampingan alumni terhadap santri tidak hanya dilakukan setelah lulus, melainkan dimulai sejak santri masih menimba ilmu di madrasah” ungkap Awaluddin Darmawan, S.Th.I, (anggota Tim PPSDA) saat diwawancarai oleh tim Media ikapmawi.
Divisi PPSDA disiapkan sebagai wadah pembelajaran, pengembangan potensi, serta pembuka jejaring karier dan industri kreatif bagi para santri MWI, Seluruh alur diskusi dari awal hingga akhir berlangsung sangat hangat dan interaktif dengan dipandu oleh Unsiyah Siti Marhamah, S.Th.I, M.A. sebagai moderator acara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang karakter santri, IKAPMAWI menghadirkan dua narasumber yang membedah dunia kepenulisan dari sudut pandang emosional maupun industri:
Koko Dwiyanto (Mas Koko), penulis buku “Berteman dengan Luka Masa Kecil”, memandu sesi reflektif lewat pertanyaan sederhana: “Kamu gakpapa?” Pertanyaan ini menciptakan momen hening yang menyentuh, bahkan membuat salah satu santriwati, Dhia Kamila, meneteskan air mata. Melalui sesi ini, santri diajak memahami bahwa menulis bisa menjadi media terapi untuk menyalurkan perasaan yang sulit diungkapkan secara lisan.
Kak Fatwa Aulia (Redaktur Gradien Mediatama), membagikan ilmu praktis tentang ekosistem penerbitan nasional serta tips agar naskah santri dapat dilirik penerbit.
Para santri juga diajak langsung mempraktikkan ide mereka di media sticky notes sebagai latihan mengenali diri (self-awareness)
.Tak hanya ruang diskusi yang penuh inspirasi, suasana di kompleks madrasah pun semakin riuh dengan hadirnya stan Bazar Buku di area lapangan dekat Perpustakaan madrasah.
Berkolaborasi dengan Gramedia Gelora Indah Purwokerto, bazar buku ini menyajikan beragam koleksi buku bacaan berkualitas.
Antusiasme para santri terlihat sangat tinggi saat memadati meja pameran buku di sela-sela kegiatan. Kehadiran bazar buku ini menjadi sarana nyata untuk memantik minat baca dan mendekatkan para santri pada literasi secara langsung di lingkungan madrasah.
Kepedulian alumni kian terasa nyata saat Bapak Achmad Subarkah (Direktur PT Etos Kreatif Indonesia sekaligus alumni MWI) naik ke atas panggung, lewat gaya komunikasinya yang santai dan penuh keakraban, beliau membagikan apresiasi berupa dana pembinaan senilai total Rp1 Juta untuk 10 santri melalui kuis interaktif.
Suasana menjadi lebih hidup dan penuh kebanggaan saat beliau melontarkan pertanyaan seputar wawasan almamater,
“Di daerah Banyumas, pesantren mana yang masih satu trah dan sejarah dengan MWI Kebarongan?”
Seorang santriwati dengan sigap dan percaya diri menjawab: “Leler Kebasen!” (Pondok Pesantren Andalusia)
Aksi ini menjadi bukti bagaimana alumni hadir merangkul adik-adiknya, tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap sanad keilmuan MWI.
Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan kepada panitia Klub Literasi MAWI Kebarongan, Pengurus Pusat IKAPMAWI menegaskan akan terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi santri dan almamater, sejalan dengan visi besar organisasi: “Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat”.
BANYUMAS, AGUSTUS 2026 – Ikatan Alumni Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) Kebarongan resmi mencatatkan sejarah baru dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan. Legalitas resmi bernomor AHU-0005468.AH.01.07.TAHUN 2026 ini menandai transformasi kelembagaan IKAPMAWI menuju organisasi modern yang akuntabel, diakui negara, dan siap mengembangkan kontribusi nyata bagi alumni, almamater, serta bangsa.
Keputusan ini memberikan kekuatan hukum tetap (legal standing) bagi seluruh gerak langkah, kemitraan strategis, maupun tata kelola program yang dijalankan oleh Pengurus Pusat hingga Cabang IKAPMAWI di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPMAWI, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., MA., menegaskan bahwa pencapaian legalitas ini bukan sekadar pemenuhan aspek yuridis formal, melainkan momentum historis untuk memperkuat tata kelola organisasi yang mandiri, berintegritas, dan dipercaya publik.
“Dinamika dalam proses verifikasi badan hukum tidak terlepas dari pembacaan catatan historis masa lalu terkait dinamika kelembagaan di Kebarongan. Namun, lahirnya SK Kementerian Hukum RI ini menjadi bukti sahih bahwa IKAPMAWI mampu melampaui stigma masa lalu dan menegaskan posisinya sebagai organisasi alumni yang berintegritas, moderat, serta berkomitmen penuh pada pilar kebangsaan.”
Beliau menambahkan bahwa keberadaan struktur Dewan Pengawas yang disyaratkan oleh regulasi negara merupakan langkah konstruktif untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang sehat (Good Organizational Governance):
“Kemenkumham RI secara kelembagaan mensyaratkan hadirnya struktur Dewan Pengawas dalam kepengurusan. Langkah ini kami sambut positif sebagai ikhtiar membangun sistem tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan memiliki mekanisme check and balances, khususnya dalam pengelolaan amanah finansial organisasi.”
Menjaga kepercayaan (trust) anggota menjadi prioritas mutlak kepengurusan. Dukungan nyata alumni yang terhimpun secara swadaya sejak awal konsolidasi menjadi amanah besar yang wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka:
“Sejak awal konsolidasi, antusiasme dan kepercayaan (trust) alumni sangat tinggi. Hal ini terbukti dari keberhasilan penghimpunan dana gotong royong alumni yang mencapai Ratusan juta pada fase awal, dengan sisa saldo aktif puluhan juta rupiah yang terkelola rapi dan siap dialokasikan untuk program-program kemaslahatan. Kepercayaan yang begitu besar ini menuntut tanggung jawab moral dan administratif yang mutlak, sehingga kehadiran Dewan Pengawas menjadi fondasi penting agar setiap rupiah dana umat dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.”
Ketua Dewan Pengawas IKAPMAWI, Drs. Munbahij Al Khuluq, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini diraih setelah melalui proses dialog dan pembuktian komitmen kebangsaan:
“Proses verifikasi kelembagaan sebelumnya sempat menghadapi tantangan akibat mispersepsi historis dan stigma ideologis yang melekat pada catatan kelembagaan antar-kementerian. Melalui konsolidasi yang gigih, transparansi, serta pembuktian komitmen kebangsaan, IKAPMAWI kini berhasil melampaui sekat-sekat miskonsepsi tersebut dan mengantongi legalitas resmi negara secara utuh.”
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat IKAPMAWI, Drs. H. Muslihun, M.M., menyambut optimis kemudahan gerak organisasi di seluruh tingkatan pasca-terbitnya SK:
“Proses menuju badan hukum ini memang melalui perjalanan yang panjang. Walaupun berkas sempat bolak-balik dikembalikan, kita tetap taat dan konsisten mengikuti seluruh mekanisme yang berlaku. Alhamdulillah, dengan hadirnya payung hukum ini, kini pergerakan organisasi di seluruh cabang dan kabupaten se-Indonesia akan semakin mudah terkonsolidasi demi kejayaan IKAPMAWI ke depan.”
Dukungan penguatan jejaring juga ditegaskan oleh Ketua Bidang Kemitraan IKAPMAWI, Suprapto, S.H., M.M.:
“Setelah memiliki Akta Pendirian yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI, koordinasi antara Pengurus Pusat dengan Cabang akan jauh lebih efektif dan terstruktur. Selain itu, legitimasi hukum ini memberikan asas legalitas yang kuat dalam setiap eksekusi program kerja maupun penggalangan dana organisasi.”
Dinamika administratif dan proses penyesuaian regulasi yang panjang ini juga diungkapkan oleh Bendahara Umum IKAPMAWI, Saefudin, M.Ag.:
“Proses verifikasi dan pendaftaran kelembagaan di kementerian memang menghadirkan tantangan tersendiri, mengingat adanya dinamika evaluasi administratif dan catatan historis kelembagaan Islam di tingkat pusat. Namun berkat konsistensi, transparansi, dan pemenuhan seluruh persyaratan regulasi, alhamdulillah IKAPMAWI mampu membuktikan integritasnya hingga resmi memperoleh legitimasi penuh dari Kementerian Hukum RI.”
Di balik rampungnya seluruh tahapan legalitas tersebut, tersimpan komitmen dan pengorbanan logistik yang luar biasa. Seluruh pembiayaan akomodasi, kebutuhan operasional, hingga konsumsi dalam rangkaian rapat koordinasi dan penandatanganan berkas legalitas di Purwokerto ditanggung secara mandiri oleh Saefudin, M.Ag selaku Bendum IKAPMAWI Pusat, tanpa membebani satu Rupiah pun kas IKAPMAWI. Sikap kedermawanan dan keikhlasan berkhidmat ini menjadi teladan nyata bahwa gerak langkah organisasi ditopang oleh dedikasi tulus para pengurusnya demi kemaslahatan bersama.
Penandatanganan dokumen legalitas ini diwakili oleh 11 Pengurus Utama:
Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., MA.
Prof. Dr. H. Supriyanto, Lc., M.S.I.
Saefudin, M.Ag.
Drs. H. Muslihun, M.M.
Suprapto, S.H., M.M.
Puji Handoko, S.Ag., M.Pd.
Muhammad Rodlin, S.Ag., M.M.
Prof. Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag.
Hamidan Majdi, S.H.
Drs. Munbahij Al Khuluq
Ety Widiati, S.Ag., M.H.
Pengesahan Badan Hukum ini menjadi kado berharga bagi seluruh keluarga besar alumni MWI Kebarongan sekaligus menegaskan bahwa IKAPMAWI siap melangkah lebih jauh, melompati batas-batas konvensional tanpa sedikit pun mengikis akar nilai luhur pesantren yang telah ditanamkan oleh para muassis sejak tahun 1878.
Informasi Resmi Dokumen Legalitas:
Nama Organisasi: Perkumpulan Ikatan Alumni Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI)
SK Kemenkum RI: Nomor AHU-0005468.AH.01.07.TAHUN 2026
Tanggal Penetapan: 20 Juli 2026
Akta Notaris: Dr. Agus Pandoman, S.H., M.Kn. (No. 01 Tanggal 14 Juli 2026)
Kedudukan Legal: Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Lokasi Penandatanganan: Sekretariat IKAPMAWI, Teluk, Purwokerto Selatan
Media & Publikasi IKAPMAWI Pusat
Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat.
KEBARONGAN, 31 MEI 2026 – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan pada hari ini, Ahad (31/5). Pondok bersejarah yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1878 ini menggelar hajatan besar, yaitu Wisuda dan Penyerahan Santri Kelas XII untuk resmi melangkah ke tengah-tengah masyarakat sebagai alumni baru.
Momen paling emosional dalam rangkaian acara inti terjadi saat prosesi penyerahan secara formal alumni kelas 12 dari pihak madrasah yang diwakili oleh Kepala MA WI, Ust. Taufiq, S.Ag., kepada Ikatan Keluarga Alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) Nasional.
Karena Ketua Umum IKAPMAWI Pusat, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA. berhalangan hadir secara langsung di lokasi, pidato sambutan tersebut diwakilkan dan dibacakan oleh Bp. Suprapto, SH (Ketua-II sekaligus Bidang Kemitraan Pomesmawi).
Bukan Akhir, Melainkan “Starting Line” Perjuangan Nyata, Sambutan Ketua Umum menegaskan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari babak kehidupan yang sesungguhnya.
“Hari ini mungkin terasa sebagai garis akhir dari sebuah perjuangan panjang—belajar keras, mengaji, menghafal, dan berproses di pondok tercinta ini. Namun, izinkan saya mengingatkan: ini bukanlah garis akhir, melainkan awal (starting line) dari perjuangan yang sesungguhnya. Momentum peralihan kalian dari santri menjadi alumni dan anggota masyarakat yang sesungguhnya,” pesan Prof. Inayah.
Pihak IKAPMAWI menyatakan menerima para wisudawan baru ini dengan tangan terbuka dan kebanggaan yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke, bahkan yang kini berada di luar negeri. IKAPMAWI diposisikan sebagai “rumah baru” yang siap merangkul, membimbing, dan membersamai langkah mereka ke mana pun arah karir dan pendidikan yang akan dipilih.
Melalui sambutan tersebut, Ibu Ketua juga mengingatkan kembali visi dasar organisasi sebagaimana tertuang dalam AD/ART Bab II Pasal 6 tentang Asas, Visi, Misi, Tujuan, dan Usaha:
“Terwujudnya kesatuan alumni Pondok Pesantren dan Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan dan peran sertanya dalam memajukan almamater, alumni, dan masyarakat.”
Visi besar ini mencakup tiga ruang pengabdian strategis yang saling menopang:
Dimensi Internal: Mempererat solidaritas dan memberdayakan potensi alumni agar kompetitif di kancah lokal, nasional, maupun global.
Dimensi Institusional: Berkhidmat menjaga marwah, kehormatan, dan kemajuan fisik serta akademik almamater MWI.
Dimensi Sosial: Menebar kemaslahatan dan manfaat nyata bagi seluruh umat.
Lima Prinsip Dasar Menjaga Kesehatan Mental dan Keberhasilan: Menghadapi dunia luar pesantren yang penuh dengan dinamika teknologi dan sosial, Ketua Umum menitipkan lima prinsip hidup esensial bagi para alumni baru agar tetap tangguh:
Prinsip 1 (Self-Love & Control): Perkuat benteng diri dengan menerima kelebihan serta kekurangan diri sendiri, kontrol pikiran, sikap, dan tindakan, serta jangan menggantungkan kebahagiaan pada validasi eksternal.
Prinsip 2 (Ikhtiar & Syukur): Selalu berikhtiar maksimal dan bersyukur dalam kondisi apa pun sebagai sumber kebahagiaan sejati.
Prinsip 3 (Silaturahim): Jaga selalu ikatan batin dengan pondok, madrasah, para asatidz, dan sesama teman seperjuangan.
Prinsip 4 (Kerukunan): Bangun kerja sama dan kebersamaan, serta jangan mudah terpecah belah oleh perbedaan.
Prinsip 5 (Ta’awun / Saling Menolong): Utamakan tolong-menolong. “Jika kelak kalian sukses, jangan lupakan teman yang masih berjuang. Tarik tangan mereka agar kita bisa sukses dan bahagia bersama.”
“The Guardians of Legacy”: Penjaga Warisan Sejak 1878
Menutup pembacaan sambutan, Suprapto mengajak para wisudawan untuk menyadari tanggung jawab besar yang kini ada di pundak mereka. Sebagai alumni dari institusi yang usianya jauh lebih tua dari Republik Indonesia, para wisudawan adalah “The Guardians of Legacy” (para penjaga warisan perjuangan).
“Ada kehormatan, darah, dan air mata perjuangan para pendiri (muassis) di pundak kalian. Oleh karena itu, jagalah marwah MWI Kebarongan di mana pun kaki kalian berpijak. Tunjukkan akhlak seorang santri Wathoniyah yang moderat, cerdas, beradab, religius, berjiwa nasionalis, dan bahagia.”
Acara diakhiri dengan Ucapan slogan perjuangan yang disampaikan kepada seluruh hadirin: “IKAPMAWI: Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat!”
Santri kelas 12 Takhasus yang baru saja didaulat membacakan Ikrar Wisudawan di hadapan ratusan hadirin ini, juga merupakan Ketua OSIM (Ikatan Pelajar Madrasah Wathoniyah Islamiyah – IPMAWI) periode aktif yang kini resmi menyandang status baru sebagai alumni.
Tim Media IKAPMAWI berkesempatan menemui Rijal di sela-sela momentum kelulusannya untuk melakukan wawancara singkat mengenai pandangan generasi muda terhadap wadah alumni ini.
Kenangan Manis Bersama Kakak-Kakak Alumni, Saat ditanya mengenai sejauh mana ia mengenal IKAPMAWI, pemuda yang akrab disapa Rijal ini menjawab dengan antusias. Menurutnya, kiprah IKAPMAWI sudah sangat akrab di telinga para santri aktif melalui berbagai program kolaboratif.
“Tentu pernah (mendengar tentang IKAPMAWI). Yang paling menonjol dan diingat santri adalah ketika kakak-kakak IKAPMAWI hadir menjadi pemateri dalam agenda Upgrading IPMAWI. Selain itu, ada juga acara IKAPMAWI Expo di mana seluruh pengisinya adalah para alumni sendiri,” kenang Rijal dengan wajah bangga.
Rijal juga dengan fasih menyebutkan nama Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA. sebagai Ketua Umum IKAPMAWI Pusat saat ini, menunjukkan bahwa komunikasi dan figur kepemimpinan alumni telah tersosialisasi dengan sangat baik bahkan ke tingkat santri aktif.
Sebagai representasi dari angkatan kelulusan tahun 2026, Rijal menitipkan pesan yang sangat kuat dan to-the-point untuk teman-teman seangkatannya serta para alumni senior yang sedang menempuh jalan hidup masing-masing.
“Untuk teman-teman alumni yang satu angkatan, atau kakak-kakak alumni di atas saya, mari kita ikuti dan aktif di IKAPMAWI. Karena IKAPMAWI itu sangat berguna untuk kita, utamanya dalam menyambung tali silaturahmi. Selain itu, wadah ini sangat penting untuk menambah relasi kita tentang dunia perkuliahan, maupun dalam mempersiapkan diri menuju dunia kerja nanti,” ungkap Rijal dengan penuh harap.
Pernyataan dari Ketua IPMAWI ini menjadi bukti bahwa visi IKAPMAWI sebagai navigator masa depan lulusan telah disambut dengan sangat positif oleh generasi muda. Kesiapan para wisudawan baru untuk langsung melebur dalam barisan keluarga besar IKAPMAWI menjadi suntikan energi segar bagi organisasi untuk terus berbenah dan menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.
Selamat datang di IKAPMAWI, Rijal dan seluruh jajaran wisudawan angkatan 2026! Kepakkan sayap kalian tinggi-tinggi, karena rumah besar alumni siap membersamai setiap jengkal langkah perjuangan kalian.
KEBARONGAN, 19 April 2026 – Ikatan Keluarga Alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) menunjukkan komitmen total dalam mengawal masa depan santri melalui aksi nyata di lapangan. Bertempat di Ruang Rapat MA WI Kebarongan, Divisi Peningkatan & Pengembangan Sumber Daya Alumni (PPSDA) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memetakan tantangan sistemik yang dihadapi santri kelas 12 dalam transisi menuju dunia kampus maupun profesional.
Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Divisi PPSDA, Unsiyah Siti Marhamah, S.Th.I, M.A., yang didampingi oleh pengurus harian. IKAPMAWI menerjunkan tim ahli dengan latar belakang spesifik untuk menjawab kebutuhan madrasah:
Amin Mustholih, S.Ag. (Sekretaris Umum): Membawa misi penguatan kelembagaan dan sinkronisasi visi organisasi.
Erlin Kurnia Sri Rejeki, M.Pd.I (Lulusan 2007): Dosen di UNIMUGO yang sedang menempuh studi S3. Beliau berfokus pada pendampingan intensif bagi alumni yang ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.
Awaluddin Darmawan, S.Th.I: Pakar bahasa yang menggawangi peningkatan kompetensi linguistik alumni (Inggris, Korea, Jepang).
Khoerul Anam, S.Ag, M.Pd.: Dari pihak madrasah sekaligus Perwakilan Divisi Kemitraan Akademik dan SDM IKAPMAWI.
Amirudin, S.Pd.I, M.Si, Al-Hafidh: Praktisi pendidikan dengan spesialisasi penempatan kerja (job placement) di zona industri nasional.
Pihak madrasah menyajikan potret kondisi santri terkini yang menjadi landasan penyusunan program IKAPMAWI ke depan:
Tren Akademik & Digitalisasi: Waka Kurikulum mencatat kenaikan tren santri diterima di Perguruan Tinggi dari 45% menjadi 52%. Namun, madrasah membutuhkan mitra strategis untuk mengawal santri setelah proses pendaftaran administratif selesai agar kursi yang didapat benar-benar diambil.
Statistik Minat Pasca-Aliyah (Data BK 2022–2024):Ustazah Sri Rejeki, selaku koordinator BK, memaparkan data spesifik hasil survei tiga tahun terakhir yang menggambarkan ambisi sekaligus realita ekonomi santri:
52% Ingin Kuliah Sambil Bekerja: Kelompok mayoritas yang menunjukkan keinginan kuat untuk mandiri secara finansial tanpa meninggalkan pendidikan.
33% Ingin Kuliah Saja: Fokus sepenuhnya pada jalur akademik.
Total Minat Kuliah (85-86%): Angka yang sangat tinggi, menunjukkan optimisme santri terhadap pendidikan tinggi.
12% Ingin Bekerja: Memutuskan untuk langsung terjun ke dunia profesional.
3% Belum Menentukan: Termasuk rencana lain seperti menikah.
Preferensi Lembaga: PTN tetap menjadi target utama dan paling diminati, disusul PTS sebagai alternatif, sementara sekolah kedinasan memiliki minat kecil karena tingkat kesulitan seleksi.
Hambatan Komunikasi & Birokrasi: Kepala TU, Ibu Lina Rahmawati, dan Bidang Kesiswaan, Aktivita Filasofi, Lc., menambahkan bahwa kendala utama seringkali bukan pada minat, melainkan pada kurangnya restu orang tua terhadap pilihan jurusan, kepasifan santri mencari informasi (strawberry generation), serta ketakutan akan biaya UKT yang tinggi di kampus agama (PTKIN).
Dalam sesi yang sangat detail, Amirudin, S.Pd.I, M.Si, Al-Hafidh membedah realitas dunia kerja. Beliau menjelaskan mekanisme rekrutmen di area industri Tangerang dan Jakarta yang melibatkan yayasan resmi seperti Yayasan IGBS atau Global untuk masuk ke perusahaan besar seperti PT Mayora, PT Epson, dan PT Cosmos.
Beliau memberikan gambaran realistis mengenai penghasilan: gaji di kategori admin/skill bisa mencapai 9 hingga 11 juta rupiah per bulan, sementara kategori standar di angka 2,7 juta dengan fasilitas makan dan seragam. “IKAPMAWI hadir untuk memastikan santri tahu mana jalur resmi dan siap secara kompetensi,” jelasnya.
Sekretaris Umum IKAPMAWI, Amin Mustholih, memberikan motivasi tajam untuk memutus rantai ketidaktahuan pasca-lulus. Beliau menekankan bahwa faktor ekonomi tidak boleh memadamkan api cita-cita santri.
“Faktor ekonomi memang variabel penentu, tapi etos kerja santri MWI yang ingin kuliah sambil bekerja adalah modal besar. IKAPMAWI bukan sekadar memberi semangat, tapi menjadi navigator. Kita butuh panduan agar kuliah dan kerja bisa berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan,” tegas Amin.
Solusi : “Bootcamp Alumni”
Menanggapi laporan tersebut, PPSDA resmi menawarkan program Bootcamp. Wadah intensif ini akan memfasilitasi pendampingan mentor untuk membangkitkan motivasi intrinsik santri, pelatihan pembuatan CV, hingga edukasi strategis jalur beasiswa untuk menjawab tantangan pembiayaan.
Pertemuan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan sinergis antara alumni dan madrasah. PPSDA IKAPMAWI siap menjadi Penggerak dan memfasilitasi agar setiap lulusan MWI Kebarongan akan selalu memiliki arah, dukungan, dan kepastian masa depan yang gemilang.
PURWOKERTO, 28 FEBRUARI 2026 – Bertempat di Sekretariat Koordinasi IKAPMAWI, Teluk, Purwokerto Selatan, telah dilaksanakan agenda strategis “Sosialisasi & Diskusi Program” yang dirangkaikan dengan kegiatan Buka Puasa Bersama. Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar-generasi alumni MWI Kebarongan.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah. Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menekankan bahwa fokus utama tahun pertama kepengurusan adalah konsolidasi dan penguatan fondasi organisasi. Salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah penyusunan database alumni secara sistematis untuk memetakan potensi dan keahlian seluruh anggota demi mewujudkan visi besar IKAPMAWI.
Suasana semakin akrab ketika Sekretaris Umum IKAPMAWI, Prof. Dr. H. Supriyanto, Lc, M.S.I., mengambil peran untuk memandu jalannya sesi interaksi. Beliau menyapa seluruh koordinator alumni yang hadir dari berbagai angkatan.
Suasana Rapat Kordinasi
Prof. Supriyanto kemudian mengajak setiap perwakilan angkatan untuk memperkenalkan diri. Sesi perkenalan ini menjadi momen emosional sekaligus inspiratif, di mana para alumni lintas generasi saling mengenal wajah-wajah baru yang kini bersatu dalam satu wadah perjuangan.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 16:00 WIB hingga waktu berbuka puasa ini menunjukkan bahwa visi IKAPMAWI 2030 didukung secara inklusif oleh seluruh lapisan usia. Diskusi berfokus pada Penjelasan program kerja agar dapat diimplementasikan secara taktis di tingkat kordinator angkatan dan wilayah. Suasana rapat berlangsung hangat namun tetap terukur, mengedepankan prinsip musyawarah untuk kemanfaatan almamater.
Kehadiran puluhan tokoh dan perwakilan alumni ini menegaskan komitmen kolektif dalam mengawal organisasi:
Struktur Inti: Ketua Umum, Bendahara Umum, Sekretaris Umum.
Awaludin Darmawan (’09), Tolhah Reza Pahlevi (’10), Luthfi Mubarok (’11), M. Rezza T.S (’12), Fauzi Sulaeman (’13), Abdullah Syukron H (’16), Ayyu Ahdanty (’17).
Fungsionaris & Divisi Spesifik:
Amin Mustolih, Musliman, Istianah, Unsiyah, Nur Sholihah (Pengabdian & Dakwah), Nur Shofihah (Wabendum 2).
Poin Strategis Hasil Diskusi
Penekanan pada pentingnya peran Kordinator Angkatan sebagai Tulang Punggung dan jembatan informasi antara Pengurus Pusat dan anggota.
Pemaparan Program penghimpunan zakat dari alumni serta distribusi / pentasarufan yang sesuai dengan syariat.
Sosialisasi mekanisme pendanaan satu pintu yang transparan untuk mendukung kegiatan fisik maupun sosial.
Buka bersama menjadi sarana ishlah dan penguatan ukhuwah pasca-pelantikan untuk memastikan semua elemen bergerak dalam satu komando.
Suasana Diskusi dan Kordinasi Jelang Buka Puasa Bersama
Kegiatan ini ditutup dengan diskusi ringan dan bincang-bincang santai antar-alumni yang mempererat silaturahmi. Potret kehadiran lintas generasi ini adalah aset terbesar organisasi dalam menjaga marwah dan menebar manfaat.
Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfa’at.
Sekretariat Koordinasi IKAPMAWITeluk, Purwokerto Selatan by. Media ikapmawi
KEBARONGAN – Lantai atas Ruang Pertemuan Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah (MAWI) Kebarongan menjadi lokasi pertemuan krusial yang menandai babak baru kolaborasi antara alumni dan lembaga pendidikan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Pertemuan formal ini dikemas dalam agenda silaturahmi serta diskusi strategis yang mempertemukan jajaran pengurus pusat ikapmawi periode terbaru dengan jajaran Yayasan POMESMAWI. Kunjungan ini terasa sangat monumental karena merupakan kehadiran perdana Ketua Umum ikapmawi, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA., pasca dilantik secara resmi pada 11 Januari 2026 lalu, yang membawa delegasi besar sebagai pernyataan komitmen nyata untuk menjaga marwah dan eksistensi madrasah di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Dalam sambutannya, Prof. Inayah mengucapkan Terimakasih kepada Yayasan yang sudah menyambut hangat kedatangan ikapmawi, beliau juga secara resmi memperkenalkan struktur pengurus pusat IKAPMAWI yang baru. Beliau menekankan bahwa fokus kami ke depan adalah menjadi mitra strategis yang membantu MWI melalui tiga pilar utama yang bergerak di bawah semangat slogan “Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat”, yaitu:
Bidang Penguatan & Pemberdayaan IKAPMAWI: Berfokus pada penguatan internal melalui pengelolaan database alumni serta pengembangan divisi ekonomi untuk kemandirian finansial organisasi.
Bidang Kemitraan POMESMAWI: Menitikberatkan pada sinergi akademik, revitalisasi infrastruktur bangunan gedung, sertifikasi bahasa, serta modernisasi strategi branding madrasah.
Bidang Pengabdian pada Masyarakat: Menjalankan misi dakwah dan aksi sosial sebagai bentuk kontribusi nyata alumni yang berlandaskan nilai-nilai luhur pesantren.
Beliau menyatakan bahwa ketiga bidang ini akan bekerja secara terintegrasi dalam aspek pemberdayaan alumni, pengembangan pendidikan, penyediaan beasiswa, hingga gerakan sosial. Sebagai langkah nyata di awal masa jabatannya, IKAPMAWI juga menginformasikan adanya bantuan infrastruktur untuk renovasi bangunan kelas Madrasah Aliyah (MA) guna memastikan fasilitas belajar mengajar di Kebarongan tetap representatif bagi para santri.
Ketua Yayasan POMESMAWI, Drs. H. Ahmad Suaidi, dalam sambutannya apresiasi atas dukungan moral maupun materiil yang diberikan oleh IKAPMAWI. Selain mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban Prof. Inayah, beliau memberikan memaparkan peta jalan pembangunan yayasan saat ini. Beliau mengungkapkan bahwa alumni merupakan akselerator krusial dalam pembangunan madrasah. “Secara manajerial, yayasan tentu terus berupaya mandiri dalam mencari sumber pendanaan. Namun, sinergi dengan alumni melalui IKAPMAWI terbukti mampu meningkatkan progres pengembangan institusi secara jauh lebih signifikan dan terukur,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak para alumni untuk membangun pemahaman yang lebih dekat dan mendalam mengenai realitas kendala yang dihadapi di lingkungan MWI agar tidak terjadi mispersepsi dalam penilaian. Sebagai penanggungjawab Panitia Pembangunan, beliau juga memaparkan, kami telah mengalokasikan dana pengembangan secara penuh untuk memprioritaskan pembangunan asrama putra yang sejak tahun 2022 hingga kini telah menyerap anggaran sebesar 4 miliar rupiah.
Sebagai bentuk transparansi, beliau juga menyampaikan bahwa kontribusi IKAPMAWI pada periode kepengurusan tahun lalu mencapai total 700 juta rupiah yang bersumber dari iuran rutin, ditambah 500 Juta dari hasil penggalangan dana pada Reuni Akbar 2025. Dari jumlah tersebut, saat ini masih tersisa saldo sebesar 130 juta rupiah di rekening BSI yang akan dialokasikan untuk melanjutkan Finishing dan Pengelolaan Gedung.
Wakil Ketua Pembina Yayasan POMESMAWI, M. Fikri A. R., S.Kom., M.A, Ph.D., dalam tanggapannya memberikan perspektif yang sarat akan dialektika filosofis mengenai peran alumni. Beliau berharap agar kolaborasi ini diniatkan untuk ibadah dan mengingatkan bahwa representasi terbaik sebuah institusi terletak pada integritas para alumninya di tengah masyarakat.
Beliau menekankan bahwa melahirkan alumni yang mampu berkiprah secara nyata di tengah dinamika masyarakat tidaklah mudah, karena itulah alumni merupakan ujung tombak yang memikul marwah institusi. Beliau memandang bahwa kiprah nyata para alumni di masyarakat juga merupakan sebuah kontribusi.
Terkait Kurikulum Santri, Basis keilmuan yang rigid, khususnya penguasaan Bahasa Arab adalah bekal bagi para santri kedepannya, yaitu secara otomatis akan sangat mudah mempelajari ilmu lainnya, serta pengembangan diri pada masing masing pribadi santri.
Kami menaruh harapan agar alumni menjadi manifestasi nyata kualitas almamater di luar sana, sebagai duta yang mengharumkan nama institusi melalui rekaman jejak yang empiris, sekaligus berpesan bahwa sekalipun alumni belum bisa memberikan kontribusi, maka menjaga nama baik dan citra positif MWI di tengah masyarakat merupakan sebuah kontribusi yang paling fundamental.
Suasana diskusi semakin mendalam ketika Bapak Puji Handoko, S.Ag, M.Pd., selaku Ketua Bidang Penguatan & Pemberdayaan, menyampaikan refleksi historis yang sangat mendetail mengenai posisi tawar MWI Kebarongan. Beliau menegaskan bahwa secara sejarah, MWI Kebarongan adalah standar emas bagi banyak lembaga pendidikan lainnya.
Beliau memberikan bukti nyata melalui pengalamannya mendampingi beberapa lembaga pendidikan, seperti salah satu MI terpadu dan sebuah pondok pesantren di daerah Gombong, yang mengadopsi kurikulum klasik dan ilmu Nahwu Shorof dari Kebarongan. “Anak-anak tingkat dasar di sana sudah diajarkan fasih melantunkan “Fa’ala Yaf’ilu Fa’lan Maf’alan”,” kenang beliau. Bahkan, berkat berguru ke Kebarongan, lembaga-lembaga tersebut kini mampu mengirimkan alumninya ke luar negeri seperti Turki, Sudan, hingga Al-Azhar di Mesir. Beliau juga mengenang masa-masa saat masih didampingi oleh tokoh-tokoh seperti KH. Adnan Rois dan H. Sutardjo dalam membina hubungan tersebut.
Namun, di tengah kejayaan tersebut, Bapak Puji memberikan peringatan keras (early warning) yang dirangkum dalam beberapa poin utama:
Analisis Penurunan (Early Warning): Beliau memaparkan data perbandingan dengan sebuah pondok di daerah Pabelan. Jika pada era 1991 jumlah santri MWI setara dengan Pabelan di angka 1.400-an, kini pondok tersebut hanya mengurusi sekitar 260 santri. “Mereka sedang berada di titik nadirnya,” ungkap beliau sebagai pengingat agar MWI Kebarongan waspada dan tidak mengalami penurunan serupa.
Sikap “Jantan” dalam Kompetisi: MWI harus berani menghadapi persaingan dengan pondok modern. Beliau menekankan bahwa menyalahkan kemajuan pihak lain bukanlah solusi. Sebaliknya, kemajuan kompetitor harus dijadikan pemacu semangat untuk “lari lebih kencang.” Mundur sambil menyalahkan orang yang maju dianggap beliau sebagai sikap yang tidak jantan.
Kualitas Isi di Atas Sarana Fisik: Yayasan diingatkan untuk tidak terjebak hanya pada pembangunan fisik. Beliau mewanti-wanti agar madrasah tidak menjadi “menara gading” yang megah secara fasilitas namun kosong secara substansi akademik dan nilai.
Kritik Alumni sebagai Wujud Cinta: Pengurus yayasan diharapkan tidak berkecil hati jika alumni bersikap kritis atau “cerewet.” Hal tersebut ditegaskan sebagai ekspresi cinta yang mendalam dan kepedulian alumni untuk menjaga eksistensi serta marwah MWI Kebarongan.
Menyambung gagasan tersebut, Prof. Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag., selaku Koordinator Bidang Kemitraan POMESMAWI, memberikan paparan yang sangat komprehensif mengenai kontribusi nyata yang ingin diberikan alumni. Beliau mengawali dengan komitmen bahwa alumni tidak memiliki maksud untuk melakukan intervensi atau “merusuhi” manajemen internal yayasan, melainkan murni ingin mendedikasikan ide, gagasan, dan jaringan demi kemajuan almamater. Berikut adalah rincian rencana strategis yang beliau paparkan:
Modernisasi Sosialisasi dan Branding: Beliau menyoroti bahwa pola promosi atau pamflet MWI saat ini masih sangat sederhana. Alumni membutuhkan akses terhadap database prestasi santri yang lengkap dan kuat agar dapat dikemas secara profesional guna membantu proses sosialisasi ke berbagai kepala sekolah di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banyumas. Hal ini bertujuan agar kepercayaan masyarakat semakin mantap terhadap potensi yang ada di MWI.
Program Bahasa Asing dan Sertifikasi TOEFL: Menjalin kerja sama strategis dengan pihak UIN Sunan Kalijaga untuk memfasilitasi kursus bahasa asing sekaligus tes TOEFL. Program ini dinilai sangat krusial sebagai prasyarat bagi santri yang ingin melanjutkan kuliah maupun mendaftar kerja. Untuk itu, diperlukan draf MOU (Nota Kesepahaman) segera agar rencana ini dapat dijalankan secara sistematis.
Profesionalisme Kurikulum Tahfidz: Mengingat banyaknya beasiswa dan jalur karir strategis yang mensyaratkan hafalan Al-Qur’an (seperti jalur prestasi masuk Kepolisian), kurikulum Tahfidz di MWI harus dikelola lebih profesional. Hal ini mencakup penyediaan program khusus tahfidz serta kehadiran musyrif atau pembimbing yang mumpuni agar program ini memiliki hasil yang terukur dan kompetitif.
Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK): Mengaktifkan kembali peran BLK yang saat ini dianggap kurang produktif atau “hidup segan mati tak mau”. Alumni siap memfasilitasi pelatihan keterampilan, khususnya bahasa Inggris dan Mandarin, yang dijalankan dengan format hybrid (perpaduan online dan offline) guna membekali santri dengan kecakapan praktis yang diharapkan di era global.
Penguatan Karakter melalui Mabit dan Pelatihan Akademik: Mengusulkan pengaktifan kembali tradisi Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk memperkuat mental kepemimpinan dan karakter khas santri MWI. Selain itu, beliau merencanakan audit akademik melalui penyelengaraan seminar-seminar rutin bagi para tenaga pendidik (ustaz/ustazah) dengan tema-tema kontekstual dan ilmiah, agar prosesnya tidak menjemukan dan selalu mengikuti perkembangan zaman.
Keseriusan kunjungan ini terlihat dari lengkapnya delegasi IKAPMAWI yang hadir mendampingi Ketua Umum. Di jajaran pimpinan tampak hadir Saefuddin, S.Ag, M.Ag selaku Bendahara Umum, Muhammad Rodlin S.Ag., M.M sebagai Koordinator Bidang Penguatan & Pemberdayaan, Suprapto, SH, MM sebagai Ketua Bidang Kemitraan POMESMAWI, serta Drs. H. Muslihun, M.A selaku Ketua Bidang Pengabdian Pada Masyarakat. Sekretariat IKAPMAWI diwakili oleh Amin Mustholih, S.Ag. dan Dr. H. Wachudin, M.Pd., serta didukung oleh Tim Media dan Humas. Dari divisi teknis, hadir pula Wafir Sangud, SE dan Sunaryo, S.Pd. dari Divisi Ekonomi, Taufiq, S.Ag. dari Divisi Database, serta Khoerul Anam, S.Ag, M.Pd. dari Divisi Kemitraan Akademik.
Dalam penutup diskusi, Prof. Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag. menyampaikan bahwa sebagai proses awal untuk memulai seluruh agenda besar tersebut, mutlak diperlukan adanya penyusunan Nota Kesepahaman (MOU) formal antara IKAPMAWI dan POMESMAWI. Pihak yayasan menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas masukan kritis serta dukungan bantuan renovasi yang diberikan oleh alumni. Melalui sinergi ini, IKAPMAWI menegaskan posisinya bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ujung tombak untuk memastikan masa depan santri MWI Kebarongan tetap gemilang dan mampu menjawab tantangan dunia global tanpa meninggalkan akar identitas madrasahnya.
Purwokerto — Dewan Penasihat Ikatan Alumni POMESMAWI (IKAPMAWI), Drs. H. Praptono Zamzam, M.Sc., menegaskan pentingnya peran strategis alumni dalam membesarkan organisasi pada era kepengurusan 2025–2030. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat IKAPMAWI di Dominic Hotel Purwokerto, Sabtu (11/1/2026).
Dalam sambutannya, Praptono Zamzam mengulas sejarah awal berdirinya IKAPMAWI yang bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah dari kalangan cendekiawan, yang diwakili oleh Prof. Dr. Muhadjir. Pilar kedua adalah dari kalangan pejabat, yang direpresentasikan oleh Brigjend Burhani Cokro Handoko, dan pilar ketiga adalah dari kalangan pengusaha, yang dipelopori oleh Masyfudin. Ketiga tokoh tersebut menjadi penggerak awal lahirnya IKAPMAWI sebagai wadah alumni yang berdaya dan berpengaruh.
Seiring perjalanan waktu, IKAPMAWI dinilai terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pejabat dan tokoh-tokoh cendekiawan. Namun demikian, Praptono menegaskan bahwa secara organisatoris IKAPMAWI tidak berada di bawah POMESMAWI, melainkan berdiri secara mandiri sebagai organisasi alumni yang tetap memiliki keterikatan moral dan historis dengan almamater.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa IKAPMAWI tidak boleh lepas dari tiga ranah pengabdian utama. Pertama, kepedulian terhadap sesama alumni. Kedua, pengabdian kepada masyarakat luas, dengan prinsip bahwa di mana ada alumni, di situ masyarakat harus menjadi lebih baik. Ketiga, kepedulian terhadap almamater, sebagai bentuk tanggung jawab moral atas proses pendidikan yang telah dilalui.
Praptono Zamzam juga mengingatkan pentingnya optimalisasi peran dan jejaring alumni, termasuk dukungan terhadap Pondok. Menurutnya, alumni yang memiliki kapasitas, jabatan, dan pengaruh di masyarakat hendaknya memanfaatkan momentum tersebut untuk membantu dan berkontribusi secara nyata. “Gunakan kesempatan selagi ada kemampuan, kekuatan, dan jabatan. Karena belum tentu esok hari kesempatan yang sama masih ada,” pesannya.
Menutup sambutan, ia berharap IKAPMAWI ke depan semakin berjaya, solid, dan mampu menjadi kekuatan alumni yang membawa manfaat bagi umat, masyarakat, dan almamater secara berkelanjutan. (Estria)