Category: Rapat

  • IKAPMAWI dan PPMWI Perkuat Sinergi Melalui Diskusi Strategis dan Silaturahmi Pengurus Pusat di Kebarongan

    IKAPMAWI dan PPMWI Perkuat Sinergi Melalui Diskusi Strategis dan Silaturahmi Pengurus Pusat di Kebarongan

    KEBARONGAN – Lantai atas Ruang Pertemuan Madrasah Aliyah Wathoniyah Islamiyah (MAWI) Kebarongan menjadi lokasi pertemuan krusial yang menandai babak baru kolaborasi antara alumni dan lembaga pendidikan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Pertemuan formal ini dikemas dalam agenda silaturahmi serta diskusi strategis yang mempertemukan jajaran pengurus pusat ikapmawi periode terbaru dengan jajaran Yayasan POMESMAWI. Kunjungan ini terasa sangat monumental karena merupakan kehadiran perdana Ketua Umum ikapmawi, Prof. Dr. Hj. Inayah Rohmaniyah, S.Ag, M.Hum., MA., pasca dilantik secara resmi pada 11 Januari 2026 lalu, yang membawa delegasi besar sebagai pernyataan komitmen nyata untuk menjaga marwah dan eksistensi madrasah di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

    Dalam sambutannya, Prof. Inayah mengucapkan Terimakasih kepada Yayasan yang sudah menyambut hangat kedatangan ikapmawi, beliau juga secara resmi memperkenalkan struktur pengurus pusat IKAPMAWI yang baru. Beliau menekankan bahwa fokus kami ke depan adalah menjadi mitra strategis yang membantu MWI melalui tiga pilar utama yang bergerak di bawah semangat slogan “Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfaat”, yaitu:

    • Bidang Penguatan & Pemberdayaan IKAPMAWI: Berfokus pada penguatan internal melalui pengelolaan database alumni serta pengembangan divisi ekonomi untuk kemandirian finansial organisasi.
    • Bidang Kemitraan POMESMAWI: Menitikberatkan pada sinergi akademik, revitalisasi infrastruktur bangunan gedung, sertifikasi bahasa, serta modernisasi strategi branding madrasah.
    • Bidang Pengabdian pada Masyarakat: Menjalankan misi dakwah dan aksi sosial sebagai bentuk kontribusi nyata alumni yang berlandaskan nilai-nilai luhur pesantren.

    Beliau menyatakan bahwa ketiga bidang ini akan bekerja secara terintegrasi dalam aspek pemberdayaan alumni, pengembangan pendidikan, penyediaan beasiswa, hingga gerakan sosial. Sebagai langkah nyata di awal masa jabatannya, IKAPMAWI juga menginformasikan adanya bantuan infrastruktur untuk renovasi bangunan kelas Madrasah Aliyah (MA) guna memastikan fasilitas belajar mengajar di Kebarongan tetap representatif bagi para santri.

    Ketua Yayasan POMESMAWI, Drs. H. Ahmad Suaidi, dalam sambutannya apresiasi atas dukungan moral maupun materiil yang diberikan oleh IKAPMAWI. Selain mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban Prof. Inayah, beliau memberikan memaparkan peta jalan pembangunan yayasan saat ini. Beliau mengungkapkan bahwa alumni merupakan akselerator krusial dalam pembangunan madrasah. “Secara manajerial, yayasan tentu terus berupaya mandiri dalam mencari sumber pendanaan. Namun, sinergi dengan alumni melalui IKAPMAWI terbukti mampu meningkatkan progres pengembangan institusi secara jauh lebih signifikan dan terukur,” ungkapnya.

    Beliau juga mengajak para alumni untuk membangun pemahaman yang lebih dekat dan mendalam mengenai realitas kendala yang dihadapi di lingkungan MWI agar tidak terjadi mispersepsi dalam penilaian. Sebagai penanggungjawab Panitia Pembangunan, beliau juga memaparkan, kami telah mengalokasikan dana pengembangan secara penuh untuk memprioritaskan pembangunan asrama putra yang sejak tahun 2022 hingga kini telah menyerap anggaran sebesar 4 miliar rupiah.

    Sebagai bentuk transparansi, beliau juga menyampaikan bahwa kontribusi IKAPMAWI pada periode kepengurusan tahun lalu mencapai total 700 juta rupiah yang bersumber dari iuran rutin, ditambah 500 Juta dari hasil penggalangan dana pada Reuni Akbar 2025. Dari jumlah tersebut, saat ini masih tersisa saldo sebesar 130 juta rupiah di rekening BSI yang akan dialokasikan untuk melanjutkan Finishing dan Pengelolaan Gedung.

    Wakil Ketua Pembina Yayasan POMESMAWI, M. Fikri A. R., S.Kom., M.A, Ph.D., dalam tanggapannya memberikan perspektif yang sarat akan dialektika filosofis mengenai peran alumni. Beliau berharap agar kolaborasi ini diniatkan untuk ibadah dan mengingatkan bahwa representasi terbaik sebuah institusi terletak pada integritas para alumninya di tengah masyarakat.

    Beliau menekankan bahwa melahirkan alumni yang mampu berkiprah secara nyata di tengah dinamika masyarakat tidaklah mudah, karena itulah alumni merupakan ujung tombak yang memikul marwah institusi. Beliau memandang bahwa kiprah nyata para alumni di masyarakat juga merupakan sebuah kontribusi.

    Terkait Kurikulum Santri, Basis keilmuan yang rigid, khususnya penguasaan Bahasa Arab adalah bekal bagi para santri kedepannya, yaitu secara otomatis akan sangat mudah mempelajari ilmu lainnya, serta pengembangan diri pada masing masing pribadi santri.

    Kami menaruh harapan agar alumni menjadi manifestasi nyata kualitas almamater di luar sana, sebagai duta yang mengharumkan nama institusi melalui rekaman jejak yang empiris, sekaligus berpesan bahwa sekalipun alumni belum bisa memberikan kontribusi, maka menjaga nama baik dan citra positif MWI di tengah masyarakat merupakan sebuah kontribusi yang paling fundamental.

    Suasana diskusi semakin mendalam ketika Bapak Puji Handoko, S.Ag, M.Pd., selaku Ketua Bidang Penguatan & Pemberdayaan, menyampaikan refleksi historis yang sangat mendetail mengenai posisi tawar MWI Kebarongan. Beliau menegaskan bahwa secara sejarah, MWI Kebarongan adalah standar emas bagi banyak lembaga pendidikan lainnya.

    Beliau memberikan bukti nyata melalui pengalamannya mendampingi beberapa lembaga pendidikan, seperti salah satu MI terpadu dan sebuah pondok pesantren di daerah Gombong, yang mengadopsi kurikulum klasik dan ilmu Nahwu Shorof dari Kebarongan. “Anak-anak tingkat dasar di sana sudah diajarkan fasih melantunkan “Fa’ala Yaf’ilu Fa’lan Maf’alan”,” kenang beliau. Bahkan, berkat berguru ke Kebarongan, lembaga-lembaga tersebut kini mampu mengirimkan alumninya ke luar negeri seperti Turki, Sudan, hingga Al-Azhar di Mesir. Beliau juga mengenang masa-masa saat masih didampingi oleh tokoh-tokoh seperti KH. Adnan Rois dan H. Sutardjo dalam membina hubungan tersebut.

    Namun, di tengah kejayaan tersebut, Bapak Puji memberikan peringatan keras (early warning) yang dirangkum dalam beberapa poin utama:

    • Analisis Penurunan (Early Warning): Beliau memaparkan data perbandingan dengan sebuah pondok di daerah Pabelan. Jika pada era 1991 jumlah santri MWI setara dengan Pabelan di angka 1.400-an, kini pondok tersebut hanya mengurusi sekitar 260 santri. “Mereka sedang berada di titik nadirnya,” ungkap beliau sebagai pengingat agar MWI Kebarongan waspada dan tidak mengalami penurunan serupa.
    • Sikap “Jantan” dalam Kompetisi: MWI harus berani menghadapi persaingan dengan pondok modern. Beliau menekankan bahwa menyalahkan kemajuan pihak lain bukanlah solusi. Sebaliknya, kemajuan kompetitor harus dijadikan pemacu semangat untuk “lari lebih kencang.” Mundur sambil menyalahkan orang yang maju dianggap beliau sebagai sikap yang tidak jantan.
    • Kualitas Isi di Atas Sarana Fisik: Yayasan diingatkan untuk tidak terjebak hanya pada pembangunan fisik. Beliau mewanti-wanti agar madrasah tidak menjadi “menara gading” yang megah secara fasilitas namun kosong secara substansi akademik dan nilai.
    • Kritik Alumni sebagai Wujud Cinta: Pengurus yayasan diharapkan tidak berkecil hati jika alumni bersikap kritis atau “cerewet.” Hal tersebut ditegaskan sebagai ekspresi cinta yang mendalam dan kepedulian alumni untuk menjaga eksistensi serta marwah MWI Kebarongan.

    Menyambung gagasan tersebut, Prof. Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag., selaku Koordinator Bidang Kemitraan POMESMAWI, memberikan paparan yang sangat komprehensif mengenai kontribusi nyata yang ingin diberikan alumni. Beliau mengawali dengan komitmen bahwa alumni tidak memiliki maksud untuk melakukan intervensi atau “merusuhi” manajemen internal yayasan, melainkan murni ingin mendedikasikan ide, gagasan, dan jaringan demi kemajuan almamater. Berikut adalah rincian rencana strategis yang beliau paparkan:

    • Modernisasi Sosialisasi dan Branding: Beliau menyoroti bahwa pola promosi atau pamflet MWI saat ini masih sangat sederhana. Alumni membutuhkan akses terhadap database prestasi santri yang lengkap dan kuat agar dapat dikemas secara profesional guna membantu proses sosialisasi ke berbagai kepala sekolah di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banyumas. Hal ini bertujuan agar kepercayaan masyarakat semakin mantap terhadap potensi yang ada di MWI.
    • Program Bahasa Asing dan Sertifikasi TOEFL: Menjalin kerja sama strategis dengan pihak UIN Sunan Kalijaga untuk memfasilitasi kursus bahasa asing sekaligus tes TOEFL. Program ini dinilai sangat krusial sebagai prasyarat bagi santri yang ingin melanjutkan kuliah maupun mendaftar kerja. Untuk itu, diperlukan draf MOU (Nota Kesepahaman) segera agar rencana ini dapat dijalankan secara sistematis.
    • Profesionalisme Kurikulum Tahfidz: Mengingat banyaknya beasiswa dan jalur karir strategis yang mensyaratkan hafalan Al-Qur’an (seperti jalur prestasi masuk Kepolisian), kurikulum Tahfidz di MWI harus dikelola lebih profesional. Hal ini mencakup penyediaan program khusus tahfidz serta kehadiran musyrif atau pembimbing yang mumpuni agar program ini memiliki hasil yang terukur dan kompetitif.
    • Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK): Mengaktifkan kembali peran BLK yang saat ini dianggap kurang produktif atau “hidup segan mati tak mau”. Alumni siap memfasilitasi pelatihan keterampilan, khususnya bahasa Inggris dan Mandarin, yang dijalankan dengan format hybrid (perpaduan online dan offline) guna membekali santri dengan kecakapan praktis yang diharapkan di era global.
    • Penguatan Karakter melalui Mabit dan Pelatihan Akademik: Mengusulkan pengaktifan kembali tradisi Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk memperkuat mental kepemimpinan dan karakter khas santri MWI. Selain itu, beliau merencanakan audit akademik melalui penyelengaraan seminar-seminar rutin bagi para tenaga pendidik (ustaz/ustazah) dengan tema-tema kontekstual dan ilmiah, agar prosesnya tidak menjemukan dan selalu mengikuti perkembangan zaman.

    Keseriusan kunjungan ini terlihat dari lengkapnya delegasi IKAPMAWI yang hadir mendampingi Ketua Umum. Di jajaran pimpinan tampak hadir Saefuddin, S.Ag, M.Ag selaku Bendahara Umum, Muhammad Rodlin S.Ag., M.M sebagai Koordinator Bidang Penguatan & Pemberdayaan, Suprapto, SH, MM sebagai Ketua Bidang Kemitraan POMESMAWI, serta Drs. H. Muslihun, M.A selaku Ketua Bidang Pengabdian Pada Masyarakat. Sekretariat IKAPMAWI diwakili oleh Amin Mustholih, S.Ag. dan Dr. H. Wachudin, M.Pd., serta didukung oleh Tim Media dan Humas. Dari divisi teknis, hadir pula Wafir Sangud, SE dan Sunaryo, S.Pd. dari Divisi Ekonomi, Taufiq, S.Ag. dari Divisi Database, serta Khoerul Anam, S.Ag, M.Pd. dari Divisi Kemitraan Akademik.

    Dalam penutup diskusi, Prof. Dr. Khusnul Khotimah, M.Ag. menyampaikan bahwa sebagai proses awal untuk memulai seluruh agenda besar tersebut, mutlak diperlukan adanya penyusunan Nota Kesepahaman (MOU) formal antara IKAPMAWI dan POMESMAWI. Pihak yayasan menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas masukan kritis serta dukungan bantuan renovasi yang diberikan oleh alumni. Melalui sinergi ini, IKAPMAWI menegaskan posisinya bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ujung tombak untuk memastikan masa depan santri MWI Kebarongan tetap gemilang dan mampu menjawab tantangan dunia global tanpa meninggalkan akar identitas madrasahnya.

    Media IKAPMAWI

    Lokasi: Kebarongan, 24 Januari 2026

  • Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah Paparkan Visi Besar IKAPMAWI 2025–2030: Dari Konsolidasi Alumni hingga Dampak Nyata bagi Umat

    Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah Paparkan Visi Besar IKAPMAWI 2025–2030: Dari Konsolidasi Alumni hingga Dampak Nyata bagi Umat

    Purwokerto — Ketua Umum Ikatan Alumni POMESMAWI (IKAPMAWI) masa khidmat 2025–2030, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, menegaskan bahwa Ikapmawi menaungi alumni dari sebuah Lembaga (POMESMAWI) besar yang telah melewati sejarah tidak panjang, hasil dari doa, air mata, harpan, dan pengorbanan para pendiri. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat IKAPMAWI di Dominic Hotel Purwokerto, Sabtu (11/1/2026).

    Dalam sambutannya, Prof. Inayah mengajak seluruh pengurus dan alumni untuk selalu mengingat akar sejarah MWI. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak boleh membuat alumni tercerabut dari nilai dan tradisi yang telah diwariskan para pendiri. “Kita tidak boleh melupakan akar, tetapi harus terus berkembang menjawab tantangan Jaman,” tegasnya.

    Ia kemudian memaparkan tiga pilar utama visi dan misi kepemimpinan pengurus IKAPMAWI periode 2025–2030. Pilar pertama adalah dimensi alumni, yakni membangun alumni yang inklusif, kompetitif, dan berani tampil di tingkat nasional maupun global. Alumni POMESMAWI, menurutnya, harus mampu merangkul semua kalangan serta percaya diri menunjukkan kapasitasnya di berbagai ruang pengabdian.

    Pilar kedua adalah dimensi almamater, dengan komitmen berhidmat menjaga kehormatan dan marwah POMESMAWI yang telah berdiri lebih dari satu abad (148 tahun). IKAPMAWI diposisikan sebagai penjaga nilai, sejarah, dan reputasi lembaga, sekaligus mitra strategis dalam pengembangannya.

    Adapun pilar ketiga adalah dimensi pengabdian, yang menekankan kehadiran IKAPMAWI di tengah masyarakat sebagai problem solver. Prof. Inayah menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga IKAPMAWI harus hadir dan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan umat dan masyarakat.

    Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Inayah memaparkan peta jalan (roadmap) kepengurusan lima tahun ke depan. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi dan penguatan fondasi organisasi, termasuk penyusunan database alumni secara sistematis untuk memetakan potensi dan keahlian. Tahun kedua diarahkan pada pembangunan jejaring bisnis dan professional lainnya dengan memanfaatkan kapasitas dan potensi alumni baik sebagai pengusaha, tokoh Agama, akademisi, birokrat, maupun profesional lainnya.

    Pada tahun ketiga, IKAPMAWI menargetkan pembentukan dana abadi guna mendukung kemajuan pondok dan almamater secara berkelanjutan. Tahun keempat difokuskan pada penciptaan dampak nyata bagi umat, sementara tahun kelima diarahkan pada penyiapan regenerasi sumber daya manusia untuk mendukung keberlangsungan dan kualitas SDM IKAPMAWI di masa depan.

    Menutup sambutannya, Prof. Inayah mengajak seluruh pengurus dan alumni untuk bergerak bersama dalam semangat kolaborasi dan kebermanfaatan. Ia menegaskan bahwa IKAPMAWI harus tumbuh sebagai organisasi alumni yang kuat secara struktur, matang secara visi, dan nyata dalam kontribusi bagi keluarga alumni, almamater, umat, dan bangsa. (Estria)

  • Menjahit “Trust”, Menebar Manfaat: Catatan Penting Pra-Raker IKAPMAWI 2025-2030

    Menjahit “Trust”, Menebar Manfaat: Catatan Penting Pra-Raker IKAPMAWI 2025-2030

    Ruang digital Google Meet pada Ahad malam (4/1/2026) menjadi saksi geliat semangat baru para alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI). Dalam agenda Pra-Rapat Kerja (Pra-Raker) Pengurus IKAPMAWI Periode 2025-2030, sebuah fondasi kokoh mulai diletakkan: bukan hanya sekadar program kerja, melainkan tentang membangun kepercayaan (trust) dan persaudaraan yang saling menguatkan.

    “Trust” sebagai Napas Organisasi

    Ketua Umum IKAPMAWI, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, membuka pertemuan dengan pesan yang sangat mendalam. Beliau menekankan bahwa kekuatan utama organisasi ini bukan terletak pada besarnya dana atau megahnya program semata, melainkan pada rasa saling percaya dan kasih sayang antar pengurus.

    “Jika ada kelemahan di satu orang, akan dipenuhi oleh teman lainnya. Kita menjaga trust satu sama lain,” ujar Prof. Inayah.

    Semangat inilah yang menjadi landasan bagi IKAPMAWI untuk bertransformasi menjadi organisasi yang profesional. Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran Website IKAPMAWI yang diproyeksikan sebagai “Kantor Digital”. Ini adalah simbol bahwa di mana pun alumni berada, rumah besar ini selalu bisa diakses, transparan, dan hidup.

    Tiga Pilar Utama Pengabdian

    Dalam diskusi yang hangat dan produktif, terpetakan tiga fokus besar arah gerak IKAPMAWI lima tahun ke depan, yang dibagi secara strategis agar tidak tumpang tindih:

    1. Bidang 1 (Internal Alumni): Fokus pada penguatan “rumah sendiri”. Mulai dari profiling database alumni nasional, pengembangan SDM (webinar, bootcamp bahasa), hingga pemberdayaan ekonomi yang konkret. Rencana pembentukan unit usaha berbadan hukum (seperti CV atau Konveksi) menjadi terobosan agar organisasi memiliki kemandirian finansial yang akuntabel.
    2. Bidang 2 (Kemitraan Pomesmawi): Berfokus sebagai mitra strategis bagi almamater (MWI). Program beasiswa dan jaringan kerjasama (networking) disiapkan untuk mendukung kemajuan pendidikan di MWI tanpa mengintervensi kebijakan pesantren.
    3. Bidang 3 (Pengabdian Masyarakat): Menjadi wajah diaspora alumni bagi publik luas. Mulai dari tanggap bencana, desa binaan, hingga syiar dakwah digital dan konvensional.

    Profesionalisme dan Keberlanjutan

    Sekretaris Umum dan Bendahara Umum turut menggarisbawahi pentingnya tertib administrasi dan strategi fundraising yang terukur. IKAPMAWI tidak ingin hanya “panas” di awal, melainkan merancang program rutin (triwulan/tahunan) yang menjadi unggulan.

    Visi besar periode ini adalah menyiapkan estafet kepemimpinan. Dengan sistem yang mapan (AD/ART yang jelas, Standard Operating Procedure, dan manajemen digital), IKAPMAWI berharap dapat terus mewariskan manfaat bagi siapa pun yang kelak memegang tongkat estafet kepemimpinan.

    Pra-Raker ini baru permulaan. Dengan draf kepengurusan yang solid dan semangat ta’awun (tolong-menolong), IKAPMAWI 2025-2030 siap berlayar membawa maslahat—bagi alumni, bagi almamater, dan bagi umat.

    Salam IKAPMAWI!