Category: Berita

  • Langkah Nyata Pasca Pelantikan: IKAPMAWI Tinjau Kesiapan Infrastruktur MWI Kebarongan untuk Akselerasi Bantuan Fisik

    Langkah Nyata Pasca Pelantikan: IKAPMAWI Tinjau Kesiapan Infrastruktur MWI Kebarongan untuk Akselerasi Bantuan Fisik

    KEBARONGAN, 12 JANUARI 2026 – Mengawali masa pengabdian periode 2025-2030 dengan langkah konkret, jajaran pengurus pusat IKAPMAWI melakukan kunjungan kerja strategis ke komplek Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI) Kebarongan pada Senin (12/1). Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan lapangan guna memetakan kebutuhan infrastruktur yang mendesak untuk segera merealisasikan program bantuan Sarpras.

    Dalam kunjungan tersebut, delegasi IKAPMAWI dipimpin langsung oleh Bendahara Umum, Bapak Saefuddin, S.Ag, M.Ag dan anggota Ibu Nur Shofihah, S.Pd.I. Kehadiran unsur bendahara ini menunjukkan keseriusan organisasi dalam mengkalkulasi ketersediaan anggaran agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efisien secara finansial.

    Turut hadir bersama rombongan, Amin Mustholih, S. Ag. (Wakil Sekretaris), Dr. Ahmad Fauzan, dan Musliman, S.Ag selaku Bidang Kemitraan Pomesmawi, Dr. Didin Muslihuddin, (Penguatan dan Pemberdayaan Ekonomi), Yasir Mustaqim (Div. Keterlibatan Masyarakat), Kehadiran beliau memperkuat dimensi kolaborasi antara alumni, lembaga kemitraan, dan pihak madrasah dalam merumuskan skema pembangunan yang berkelanjutan.

    Rombongan disambut hangat oleh pihak madrasah yang diwakili oleh Bapak Wafir Sangud, S.E. selaku Kesiswaan MA WI dan Bapak Khoerul Anam, S.Ag., M.Pd. selaku penanggung jawab Sarana dan Prasarana MAWI. Agenda utama dalam kunjungan ini adalah inspeksi langsung ke dua titik krusial di lingkungan madrasah.

    Peninjauan pertama dilakukan pada Gedung Kelas Aliyah. Tim melakukan pengecekan terhadap kondisi ruang belajar mengajar guna memastikan kenyamanan santri dalam menyerap ilmu. Fokus pemantauan meliputi kelayakan atap, lantai, serta fasilitas penunjang kelas yang dinilai memerlukan peremajaan.

    Selanjutnya, rombongan meninjau Asrama Putra MWI Kebarongan, khususnya proses pembangunan Asrama Putra empat lantai yang saat ini telah memasuki tahap finishing. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur hunian santri agar dapat segera difungsikan secara optimal.

    Diskusi yang berlangsung di lokasi peninjauan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan sangat teknis. Bapak Khoerul Anam selaku penanggung jawab sarana dan prasarana memberikan pemaparan detail mengenai prioritas kebutuhan dan kondisi fisik bangunan yang memerlukan perhatian segera.

    “Tujuan utama kami turun ke lapangan hari ini adalah untuk menentukan titik bantuan fisik mana yang paling memungkinkan untuk segera dieksekusi dalam waktu dekat,” ujar Bendahara Umum IKAPMAWI di sela-sela peninjauan.

    Kunjungan ini menjadi implementasi nyata dari visi besar IKAPMAWI periode 2025–2030 yang ingin menjadikan organisasi alumni bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan motor penggerak kemajuan almamater. Data dan temuan lapangan yang dihimpun akan segera dibawa ke meja rapat pengurus harian untuk dilakukan finalisasi anggaran serta perencanaan teknis pelaksanaan.

    Dengan adanya koordinasi yang erat antara pengurus IKAPMAWI dan pihak madrasah, diharapkan bantuan fisik yang akan digulirkan mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan di MWI Kebarongan. Semangat ini sejalan dengan tagline perjuangan alumni, “Bersatu dalam Sanad, Bergerak demi Marwah dan Manfa’at.” -Estria-

    Tim Media IKAPMAWI

  • Ketua Yayasan POMESMAWI: IKAPMAWI Harus Menjadi Penguat Amanah dan Pemersatu Alumni

    Ketua Yayasan POMESMAWI: IKAPMAWI Harus Menjadi Penguat Amanah dan Pemersatu Alumni

    Purwokerto — Ketua Yayasan POMESMAWI, Drs. K.H. Ahmad Su’aidi, menegaskan bahwa pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni POMESMAWI (IKAPMAWI) masa khidmat 2025–2030 bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan momentum penguatan amanah dan tanggung jawab moral alumni terhadap almamater dan umat. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja IKAPMAWI yang digelar di Dominic Hotel Purwokerto, Sabtu (11/1/2026).

    Menurut Ahmad Su’aidi, kepengurusan IKAPMAWI yang baru diharapkan semakin bersemangat dalam mengemban amanah organisasi. Semangat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas kelembagaan, tetapi juga melalui kesungguhan menjaga nilai, etika, dan cita-cita luhur yang menjadi fondasi berdirinya POMESMAWI dan IKAPMAWI.

    Ia menekankan bahwa kekuatan utama dalam menyatukan alumni terletak pada kesamaan akidah dan cita-cita mulia. Kesamaan nilai tersebut, menurutnya, menjadi perekat yang mampu menjaga soliditas alumni lintas generasi, profesi, dan wilayah pengabdian.

    Lebih lanjut, Ahmad Su’aidi mengingatkan bahwa peran IKAPMAWI tidak terbatas pada kontribusi yang bersifat fisik atau material semata. Peran nonfisik seperti keteladanan moral, dukungan pemikiran, jejaring dakwah, serta penguatan nilai keislaman dan keumatan justru menjadi kekuatan strategis yang harus terus dihidupkan.

    Dalam konteks pengembangan lembaga, ia menegaskan bahwa amanah untuk memajukan POMESMAWI membutuhkan dukungan dan peran aktif IKAPMAWI sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem almamater. Sinergi antara yayasan, institusi pendidikan, dan alumni dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan POMESMAWI di masa depan.

    Menutup sambutannya, Ahmad Su’aidi berharap IKAPMAWI mampu tampil sebagai organisasi alumni yang tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga kuat secara nilai dan kontribusi. Dengan semangat amanah dan persatuan, IKAPMAWI diharapkan terus menjadi mitra strategis dalam membangun almamater, masyarakat, dan peradaban yang berkemajuan.

  • Dewan Penasihat Tekankan Tiga Pilar dan Peran Strategis Alumni dalam Penguatan IKAPMAWI

    Dewan Penasihat Tekankan Tiga Pilar dan Peran Strategis Alumni dalam Penguatan IKAPMAWI

    Purwokerto — Dewan Penasihat Ikatan Alumni POMESMAWI (IKAPMAWI), Drs. H. Praptono Zamzam, M.Sc., menegaskan pentingnya peran strategis alumni dalam membesarkan organisasi pada era kepengurusan 2025–2030. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat IKAPMAWI di Dominic Hotel Purwokerto, Sabtu (11/1/2026).

    Dalam sambutannya, Praptono Zamzam mengulas sejarah awal berdirinya IKAPMAWI yang bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah dari kalangan cendekiawan, yang diwakili oleh Prof. Dr. Muhadjir. Pilar kedua adalah dari kalangan pejabat, yang direpresentasikan oleh Brigjend Burhani Cokro Handoko, dan pilar ketiga adalah dari kalangan pengusaha, yang dipelopori oleh Masyfudin. Ketiga tokoh tersebut menjadi penggerak awal lahirnya IKAPMAWI sebagai wadah alumni yang berdaya dan berpengaruh.

    Seiring perjalanan waktu, IKAPMAWI dinilai terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pejabat dan tokoh-tokoh cendekiawan. Namun demikian, Praptono menegaskan bahwa secara organisatoris IKAPMAWI tidak berada di bawah POMESMAWI, melainkan berdiri secara mandiri sebagai organisasi alumni yang tetap memiliki keterikatan moral dan historis dengan almamater.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa IKAPMAWI tidak boleh lepas dari tiga ranah pengabdian utama. Pertama, kepedulian terhadap sesama alumni. Kedua, pengabdian kepada masyarakat luas, dengan prinsip bahwa di mana ada alumni, di situ masyarakat harus menjadi lebih baik. Ketiga, kepedulian terhadap almamater, sebagai bentuk tanggung jawab moral atas proses pendidikan yang telah dilalui.

    Praptono Zamzam juga mengingatkan pentingnya optimalisasi peran dan jejaring alumni, termasuk dukungan terhadap Pondok. Menurutnya, alumni yang memiliki kapasitas, jabatan, dan pengaruh di masyarakat hendaknya memanfaatkan momentum tersebut untuk membantu dan berkontribusi secara nyata.
    “Gunakan kesempatan selagi ada kemampuan, kekuatan, dan jabatan. Karena belum tentu esok hari kesempatan yang sama masih ada,” pesannya.

    Menutup sambutan, ia berharap IKAPMAWI ke depan semakin berjaya, solid, dan mampu menjadi kekuatan alumni yang membawa manfaat bagi umat, masyarakat, dan almamater secara berkelanjutan. (Estria)

  • Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah Paparkan Visi Besar IKAPMAWI 2025–2030: Dari Konsolidasi Alumni hingga Dampak Nyata bagi Umat

    Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah Paparkan Visi Besar IKAPMAWI 2025–2030: Dari Konsolidasi Alumni hingga Dampak Nyata bagi Umat

    Purwokerto — Ketua Umum Ikatan Alumni POMESMAWI (IKAPMAWI) masa khidmat 2025–2030, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, menegaskan bahwa Ikapmawi menaungi alumni dari sebuah Lembaga (POMESMAWI) besar yang telah melewati sejarah tidak panjang, hasil dari doa, air mata, harpan, dan pengorbanan para pendiri. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat IKAPMAWI di Dominic Hotel Purwokerto, Sabtu (11/1/2026).

    Dalam sambutannya, Prof. Inayah mengajak seluruh pengurus dan alumni untuk selalu mengingat akar sejarah MWI. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak boleh membuat alumni tercerabut dari nilai dan tradisi yang telah diwariskan para pendiri. “Kita tidak boleh melupakan akar, tetapi harus terus berkembang menjawab tantangan Jaman,” tegasnya.

    Ia kemudian memaparkan tiga pilar utama visi dan misi kepemimpinan pengurus IKAPMAWI periode 2025–2030. Pilar pertama adalah dimensi alumni, yakni membangun alumni yang inklusif, kompetitif, dan berani tampil di tingkat nasional maupun global. Alumni POMESMAWI, menurutnya, harus mampu merangkul semua kalangan serta percaya diri menunjukkan kapasitasnya di berbagai ruang pengabdian.

    Pilar kedua adalah dimensi almamater, dengan komitmen berhidmat menjaga kehormatan dan marwah POMESMAWI yang telah berdiri lebih dari satu abad (148 tahun). IKAPMAWI diposisikan sebagai penjaga nilai, sejarah, dan reputasi lembaga, sekaligus mitra strategis dalam pengembangannya.

    Adapun pilar ketiga adalah dimensi pengabdian, yang menekankan kehadiran IKAPMAWI di tengah masyarakat sebagai problem solver. Prof. Inayah menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga IKAPMAWI harus hadir dan mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan umat dan masyarakat.

    Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Inayah memaparkan peta jalan (roadmap) kepengurusan lima tahun ke depan. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi dan penguatan fondasi organisasi, termasuk penyusunan database alumni secara sistematis untuk memetakan potensi dan keahlian. Tahun kedua diarahkan pada pembangunan jejaring bisnis dan professional lainnya dengan memanfaatkan kapasitas dan potensi alumni baik sebagai pengusaha, tokoh Agama, akademisi, birokrat, maupun profesional lainnya.

    Pada tahun ketiga, IKAPMAWI menargetkan pembentukan dana abadi guna mendukung kemajuan pondok dan almamater secara berkelanjutan. Tahun keempat difokuskan pada penciptaan dampak nyata bagi umat, sementara tahun kelima diarahkan pada penyiapan regenerasi sumber daya manusia untuk mendukung keberlangsungan dan kualitas SDM IKAPMAWI di masa depan.

    Menutup sambutannya, Prof. Inayah mengajak seluruh pengurus dan alumni untuk bergerak bersama dalam semangat kolaborasi dan kebermanfaatan. Ia menegaskan bahwa IKAPMAWI harus tumbuh sebagai organisasi alumni yang kuat secara struktur, matang secara visi, dan nyata dalam kontribusi bagi keluarga alumni, almamater, umat, dan bangsa. (Estria)

  • Menjahit “Trust”, Menebar Manfaat: Catatan Penting Pra-Raker IKAPMAWI 2025-2030

    Menjahit “Trust”, Menebar Manfaat: Catatan Penting Pra-Raker IKAPMAWI 2025-2030

    Ruang digital Google Meet pada Ahad malam (4/1/2026) menjadi saksi geliat semangat baru para alumni Madrasah Wathoniyah Islamiyah (MWI). Dalam agenda Pra-Rapat Kerja (Pra-Raker) Pengurus IKAPMAWI Periode 2025-2030, sebuah fondasi kokoh mulai diletakkan: bukan hanya sekadar program kerja, melainkan tentang membangun kepercayaan (trust) dan persaudaraan yang saling menguatkan.

    “Trust” sebagai Napas Organisasi

    Ketua Umum IKAPMAWI, Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, membuka pertemuan dengan pesan yang sangat mendalam. Beliau menekankan bahwa kekuatan utama organisasi ini bukan terletak pada besarnya dana atau megahnya program semata, melainkan pada rasa saling percaya dan kasih sayang antar pengurus.

    “Jika ada kelemahan di satu orang, akan dipenuhi oleh teman lainnya. Kita menjaga trust satu sama lain,” ujar Prof. Inayah.

    Semangat inilah yang menjadi landasan bagi IKAPMAWI untuk bertransformasi menjadi organisasi yang profesional. Salah satu langkah konkretnya adalah peluncuran Website IKAPMAWI yang diproyeksikan sebagai “Kantor Digital”. Ini adalah simbol bahwa di mana pun alumni berada, rumah besar ini selalu bisa diakses, transparan, dan hidup.

    Tiga Pilar Utama Pengabdian

    Dalam diskusi yang hangat dan produktif, terpetakan tiga fokus besar arah gerak IKAPMAWI lima tahun ke depan, yang dibagi secara strategis agar tidak tumpang tindih:

    1. Bidang 1 (Internal Alumni): Fokus pada penguatan “rumah sendiri”. Mulai dari profiling database alumni nasional, pengembangan SDM (webinar, bootcamp bahasa), hingga pemberdayaan ekonomi yang konkret. Rencana pembentukan unit usaha berbadan hukum (seperti CV atau Konveksi) menjadi terobosan agar organisasi memiliki kemandirian finansial yang akuntabel.
    2. Bidang 2 (Kemitraan Pomesmawi): Berfokus sebagai mitra strategis bagi almamater (MWI). Program beasiswa dan jaringan kerjasama (networking) disiapkan untuk mendukung kemajuan pendidikan di MWI tanpa mengintervensi kebijakan pesantren.
    3. Bidang 3 (Pengabdian Masyarakat): Menjadi wajah diaspora alumni bagi publik luas. Mulai dari tanggap bencana, desa binaan, hingga syiar dakwah digital dan konvensional.

    Profesionalisme dan Keberlanjutan

    Sekretaris Umum dan Bendahara Umum turut menggarisbawahi pentingnya tertib administrasi dan strategi fundraising yang terukur. IKAPMAWI tidak ingin hanya “panas” di awal, melainkan merancang program rutin (triwulan/tahunan) yang menjadi unggulan.

    Visi besar periode ini adalah menyiapkan estafet kepemimpinan. Dengan sistem yang mapan (AD/ART yang jelas, Standard Operating Procedure, dan manajemen digital), IKAPMAWI berharap dapat terus mewariskan manfaat bagi siapa pun yang kelak memegang tongkat estafet kepemimpinan.

    Pra-Raker ini baru permulaan. Dengan draf kepengurusan yang solid dan semangat ta’awun (tolong-menolong), IKAPMAWI 2025-2030 siap berlayar membawa maslahat—bagi alumni, bagi almamater, dan bagi umat.

    Salam IKAPMAWI!

  • Prof Dr Inayah Rohmaniah Terpilih Memimpin IKAPMAWI Nasional Periode 2025-2030

    Prof Dr Inayah Rohmaniah Terpilih Memimpin IKAPMAWI Nasional Periode 2025-2030

    Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) II Tahun 2025. Acara yang menjadi forum tertinggi organisasi ini berlangsung khidmat di Cilacap selama dua hari, dari Sabtu hingga Ahad, 25-26 Oktober 2025.

    CILACAP – Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Madrasah Wathoniyah Islamiyah (IKAPMAWI) telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) II Tahun 2025. Acara yang menjadi forum tertinggi organisasi ini berlangsung khidmat di Cilacap selama dua hari, dari Sabtu hingga Ahad, 25-26 Oktober 2025.

    Puncak dari MUBES II adalah penetapan kepemimpinan baru. Melalui proses Sidang Tim Formatur, musyawarah resmi menetapkan Prof. Dr. Inayah Rohmaniah sebagai Ketua Umum IKAPMAWI Pusat terpilih untuk periode 2025-2030.

    Dalam menjalankan amanah ini, beliau akan didampingi oleh Profesor Suprianto sebagai Sekretaris dan Bapak Yusa Fathudin sebagai Bendahara.

    MUBES II Tahun 2025 mengusung sejumlah agenda penting yang diawali dengan Pidato Iftitah dari Ketua Umum IKAPMAWI Pusat periode 2020-2025, Drs. Praptono Zamzam, M.Sc., dan sambutan dari Ketua Yayasan Pomesmawi. Agenda dilanjutkan dengan Sidang Pleno II untuk mendengarkan dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus IKAPMAWI Pusat periode 2020-2025.

    Untuk merumuskan arah dan strategi organisasi, peserta Mubes dibagi menjadi empat komisi strategis, yaitu:

    • Komisi A: Organisasi
    • Komisi B: Penggalian Dana (Fundraising)
    • Komisi C: Program Kerja
    • Komisi D: Pemberdayaan Alumni

    Hasil dari setiap komisi kemudian dilaporkan dan disahkan dalam Sidang Pleno III. Proses regenerasi kepemimpinan mencapai puncaknya pada Sidang Pleno V melalui penetapan Ketua Umum dan Sekretaris Umum terpilih.

    Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua Umum terpilih, Prof. Dr. Inayah Rohmaniah menyampaikan visi utamanya untuk membawa IKAPMAWI ke depan. “Mudah-mudahan di kepemimpinan mendatang kita bersama-sama bisa menguatkan silaturahmi lintas generasi untuk perubahan yang lebih baik dan untuk membangun peradaban,” ujar Prof. Inayah.

    Beliau juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi dari seluruh potensi alumni. “Kita semua sebenarnya guru besar di bidang masing-masing. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan, mengidentifikasi apa yang kita punya sesuai keahlian untuk bersama-sama membesarkan sesama alumni, membesarkan MWI, dan untuk berkiprah di masyarakat.”

    Kepemimpinan baru ini secara resmi menerima estafet dari pengurus periode 2020-2025. Drs. Praptono Zamzam, M.Sc., dalam sambutannya, mengucapkan selamat dan menitipkan pesan persatuan. “Saya yakin seyakin-yakinnya MWI akan maju,” pesannya.

    Beliau juga mengingatkan fokus organisasi ke depan. “IKAPMAWI itu bukan organisasi politik. Fokus saja kepada peran concern to almamater (peduli pada almamater), concern to the alumni (peduli pada alumni), dan concern to the Muslim Society (peduli pada masyarakat Muslim).”

    Musyawarah Besar II IKAPMAWI ini berjalan lancar dan dihadiri oleh 93 peserta yang tercatat , terdiri dari berbagai unsur meliputi Pengurus IKAPMAWI Pusat, perwakilan IKAPMAWI Cabang, Pengurus Yayasan Pomesmawi, serta Panitia Mubes.